MENYOROT KITAB DALAILUL KHAIRAT

Rabu, 04 November 2009
Oleh: Ust Abu Ubaidah

Bagi warga Indonesia kitab yang ditulis oleh seorang bernama Muhammad bin Sulaiman al-Juzuli (wafat th. 870 H) ini bukanlah hal yang asing lagi, lantaran buku ini merupakan salah satu pegangan pokok dalam ritual terkenal di kalangan mereka yang biasa dikenal dengan “Barjanjian” . Bahkan bukan hanya di Indonesia saja, ternyata telah melanda di belahan dunia. Haji Khalifah berkata dalam Kasyfu Dzunun 1/759: “Kitab ini merupakan tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah tentang shalawat kepada Rasul, biasa dibaca di belahan barat dan timur, terutama Negara Eropa!!!”.

Al-Ustadz Khairuddin al-Wanli mengatakan: “Demi Allah saya bersumpah, tidaklah saya memasuki perpustakan masjid melainkan saya mendapatkan kitab Dalail Khairat agak rusak, karena sering dipergunakan, padahal dalam waktu yang sama saya mendapati mushaf Al-Qur’an penuh dengan debu karena jarang dibuka. Semua ini karena kedustaan dan janji-janji palsu yang terdapat dalam Dalail bahwa barangsiapa yang membaca ini niscaya akan mendapatkan ini dan itu, shalawat ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan lain sebagainya dari kedustaan yang diterima oleh masyarakat dengan amat mudah. Oleh karenanya mereka begitu antusias dalam membacanya dan merasa bahwa mereka mendekatkan diri kepada Allah!!

Dalam muqaddimahnya dicantumkan ucapan seorang diantara mereka:
وَإِذَا رَأَيْتَ النَّفْسَ مِنْكَ تَحَكَّمَتْ وَغَدَتْ تَقُوْدُكَ فِيْ لَظَى الشَّهَوَاتِ
فَاصْرِفْ هَوَاهَا بِالصَّلاَةِ مُوَاظِبًا لاَ سِيَّمَا بِ "دَلاَئِلِ الْخَيْرَاتِ" !!
Apabila engkau melihat hawa nafsumu memuncak
Dan ingin menyeretmu ke jeratan syahwat
Maka paligkanlah dengan banyak shalawat
Terutama dengan “Dalail Khairat”!!.

Seandainya seorang yang berakal mau merenungi isinya, niscaya dia akan berpaling darinya dan melarang manusia untuk membacanya karena memang kitab tersebut sarat dengan kedustaan, kesyirikan dan kesesatan, serta dia akan berusaha untuk mengeluarkan kitab-kitab ini dari rumah-rumah Allah”.

Uraian singkat berikut ini mencoba untuk memberikan beberapa bukti sebagai gambaran tentang isi kitab tersebut. Kita berdoa kepada Allah agar memberikan kepada kita semua hidayah dan menetapkan kita di atasnya:

1. Shalawat Dibuat-Buat


Dalam pembukaannya hal. 2, al-Juzuli mengatakan: “Tujuan penulisan kitab ini adalah memaparkan shalawat kepada Nabi dan keutamaan-keutamaannya. Kami menyebutkannya dengan membuang sanadnya agar mudah dihafal oleh pembaca. Hal itu merupakan suatu yang sangat penting sekali bagi orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah”.

Penulis ingin memberikan opini bahwa shalawat-shalawat yang dia utarakan terdapat dalam hadits-hadits yang shahih, padahal ternyata kebanyakannya adalah dusta, palsu dan tidak ada asalnya dalam agama, isinya juga sarat memuat lafadz-lafadz kesyirikan dan kebid’ahan yang seharusnya tidak muncul dari seorang yang sedikit saja memahami agama Islam!! Bahkan bukan hanya itu saja, penulis malah berani membuat-buat hadits palsu tentang keutamaan shalawat-shalawatnya dan menyandarkannya kepada Rasulullah, seperti pada hal. 111:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : مَنْ قَرَأَ هَذِهِ الصَّلاَةَ مَرَّةً كَتَبَ اللهًُ لَهُ ثَوَابَ حَجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ وَثَوَابَ مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa membaca shalawat ini satu kali, maka Allah akan menilainya seperti pahala haji yang diterima dan pahala orang yang memerdekakan budak dari keturunan Ismail”.

Lebih ngeri lagi, penulis nekat memberanikan diri membuat hadits-hadits qudsi seperti pada hal. 111:
يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : يَا مَلاَئِكَتِيْ! هَذَا عَبْدٌ مِنْ عِبَادِيْ أَكْثَرَ الصَّلاَةَ عَلَى حَبِيْبِيْ ... لأُعْطِيَنَّهُ بِكُلِّ حَرْفٍ صَلَّى قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
Allah berfirman: “Wahai para Malaikatku! Ini adalah hamba dari hambaku yang memperbanyak shalawat kepada kekasihku… Saya akan memberinya pada setiap huruf shalawat sebuah istana di surga…”.

Cukuplah sebagai dosa dan teguran apa yang disabdakan oleh Nabi dalam haditsnya yang mutawatir:
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Barangsiapa berdusta padaku dengan sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap mengambil tempat duduknya di Neraka”.

2. Meminta Pertolongan Kepada Nabi

Dalam pembukaannya, al-Juzuli mengatakan tentang Nabi:
مُسْتَمِدَّا مِنْ حَضْرَتِهِ
“Kita meminta bantuan kepada beliau”.

Sungguh ini adalah suatu kesyirikan yang nyata, sebab meminta bantuan tidak boleh kecuali hanya kepada Allah semata, berdasarkan firmanNya:
(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".(QS. Al-Anfal: 9)

Hanya Engkaulah yang kami sembah dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS. Al-Fatihah: 5)

Nabi sendiri apabila tertimpa kesulitan maka beliau bersungguh-sungguh dalam doa seraya mengatakan: “Wahai Dzat Yang Hidup dan Kuat, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan”. (HR. Tirmidzi 3524)

3. Memberi Nama dan Sifat Yang Tidak Pantas

Al-Juzuli menyebutkan nama-nama Nabi lebih dari dua ratus nama, diantaranya:
Muhyi (yang menghidupkan), Munji (penyelamat), Nashir (penolong), Mad’u (yang dimintai doa), Mujib (yang mengabulkan doa), Qawiyyun (yang maha kuat), Syaafii (penyembuh), Kasyiful Kurab (penghilang segala petaka)…!!

Sebagaimana dimaklumi dalam agama Islam bahwa orang yang memberikan nama-nama seperti ini kepada selain Allah berarti dia di ambang pintu bahaya. Allah berfirman:
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya[586]. nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang Telah mereka kerjakan. (QS. Al-A’raf: 180)

Bukan hanya itu saja, al-Juzuli kemudian memberikan nama-nama Nabi yang dibuat-buat sendiri seperti Yasin, Thoha, dan lain sebagainya. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata: “Adapun apa yang disebutkan oleh orang-orang awam bahwa Yasin dan Thoha termasuk nama-nama Nabi maka hal itu tidak benar, tidak terdapat dalam hadits yang shahih, hasan, mursal ataupun atsar dari sahabat. Huruf-huruf ini adalah seperti Alif Lam Mim, Ha’ Mim, Alif Lam Ra dan sejenisnya”. (Tuhfatul Maudud hal. 109).

4. Khurafat Sufi

Sangat nampak sekali dari buku ini bahwa al-Juzuli seorang Sufi tulen yang mengumpulkan beberapa bencana dalam kitabnya dari tokoh-tokoh Sufi sebelumnya seperti Ibnu Arabi, Syadzili dan selainnya. Diantara khurafat popular Sufi adalah aqidah mereka bahwa Nabi diciptakan dari cahaya. Oleh karenanya, al-Juzuli mengatakan:
اللَّهُمَّ زِدْهُ نُوْرًا عَلَى نُوْرِهِ الَّذِيْ خَلَقْتَهُ مِنْهُ
“Ya Allah, tambahkanlah dia cahaya di atas cahaya yang telah Engkau ciptakan”.

Sungguh, aqidah ini sangat bertentangan sekali dengan firman Allah:
Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".(QS. Al-Kahfi: 110)

Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata: “Adapun ucapan sebagian manusia, ahli khurafat dan orang-orang Sufi bahwa Nabi diciptakan dari cahaya dan makhulk pertama adalah cahaya Muhammad, semua ini adalah tidak ada asalnya, ucapan batil dan kedustaan belaka”. (Fatawa Nur Ala Darb 1/112-113).

5. Aqidah Wahdatul Wujud dan Melecehkan Tauhid

Dalam shalawat Masyisyiyah, hal. 28-29 al-Juzuli mengatakan:
اللَّهُمَّ زُجَّ بِيْ فِيْ بِحَارِ الأَحَدِيَّةِ وَانْشُلْنِيْ مِنْ أَوْحَالِ التَّوْحِيْدِ وَأَغْرِقْنِيْ فِيْ عَيْنِ بَحْرِ الْوَحْدَة ِحَتَّى لاَ أَرَى وَلاَ أَسْمَعَ وَلاَ أُحِسَّ إِلاَّ بِهَا
“Ya Allah! Tenggelamkanlah aku dalam lautan ahadiyah (wahdatul wujud), dan selamatkanlah aku dari lumuran lumpur tauhid, tenggelamkanlah aku dalam lautan wahdah sehingga aku tidak melihat, mendengar dan merasakan kecuali dengannya…”.

Perhatikanlah, bagaimana dia mensifati tauhid yang merupakan dakwah para rasul semenjak pertama hingga terakhir sebagai lumuran lumpur dan berdoa agar tenggelam dalam aqidah wahdatul wujud (Manunggaling Kawula Lan gusti), suatu aqidah yang sesat dan menyesatkan . Hanya kepada Allah, kita meminta perlindungan dari kehinaan dan kesesatan!!.

Demikianlah beberapa contoh petaka yang terdapat dalam buku Dalail Khairat. Kita berdoa kepada Allah agar menampakkan kepada kita kebenaran untuk kita ikuti dan menampakkan kebatilan agar kita jauhi. Dan shalawat serta salam bagi Nabi dan kekasih kita, Muhammad bin Abdillah berserta ara keluarganya.

36 komentar:

Abdul Wahid mengatakan...

Masya Allah, ibu-ibu di majelis taklim samping rumah saya, seneng sekali dengan kitab itu...

Anonim mengatakan...

Aku berlindung pada Allah dari Wahabbiyun yang terkutuk

Anonim mengatakan...

hai kaum wahabi, hai ahlul fitnah, belum tibakah waktu nya bagi kalian untuk bertobat ? belum tibakah waktunya bagi kalian untuk memohon hidayah pada Allah ? belum cukupkah kerusakan yang kalian lakukan di seluruh dunia ini, apakah itu di tanah suci, apakah di Sumatra Barat maupun di Mandailing ? Hanya orang2 bodoh dan tidak belajar yang mau membenarkan kalian. Apa itu bodoh ? bodoh agama dan akhirat

Anonim mengatakan...

Inilah contoh pemahaman agama yang tidak disertai akhlak dan adab. contoh pemahaman agama yang tidak disertai teladan. Apakah kalian pikir belajar agama itu seperti belajar ilmu ekonomi, sosiologi atau ilmu politik. Kalian tinggal datang ke toko buku atau perpustakaan, ambil buku dan baca ? atau datang ke tempat orang ceramah atau nonton ceramah agama di tv, cukup ? alangkah bodohnya kalian. bodoh yang menyesatkan! naudzubillah min zalik

Anonim mengatakan...

Yah, beginilah sikap beragama yang hanya mengandalkan Qur'an dan Hadist Shahih tok. Lha, apa bedanya kalian dengan kaum nasrani yang hanya mengandalkan kitab perjanjian baru dan lama tok? sebegitu banyak lauk di meja, hanya satu yg kalian makan habis tanpa mencicipi lauk yang lain. Alangkah bodohnya orang yang kelaparan ini!istilah melayu nya "seperti katak dalam tempurung" tapi "tong kosong berbunyi nyaring" atau kalau istilah cina, seperti tidak menyadari "diatas langit ada langit"

Anonim mengatakan...

Para pembaca sekalian, hati2 membaca komentar2 saya.karena dapat menggoyahkan keyakinan kalian terhadap ajaran Wahabi. Karena dengan demikian, kalian berarti menyia-nyiakan usaha kaum Wahabi untuk menyebarkan agama dengan seluruh daya upaya nya. Mereka rela untuk mengeluarkan petro dollar untuk membiayai antek2 mereka di indonesia, untuk membiayai pembuatan situs2 seperti ini, maupun menerjemahkan kitab2 kuning yang biasa dipakai kaum yg mereka hujat2 itu, untuk kemudian mereka interpretasikan kembali, mereka hilangkan kalimat2 yg tidak mereka sukai, agar semua itu sesuai dengan aliran mereka. Mereka juga rela berkorban dalam merubah identitas mereka, yaitu pada awalnya mereka menyebut dirinya wahabi, kemudian menjadi salafiyah, setelah itu kaum ahlus sunnah, dan yg terakhir akhlus sunnah wal jamaah. hal itu mereka lakukan dengan maksud agar mereka tidak dapat dibedakan dengan kami 'Ahlus Sunnah Wal Jamaah' di indonesia yang sudah berakar beratus-ratus tahun dari sejak nenek-nenek kami. Dan yang lebih hebat lagi, mereka bersedia lho mengambil figur2 ulama kami, mereka terbitkan autobiografi dan mereka rubah image nya, seolah-olah ulama tersebut sejalan dengan pemikiran para Wahabiyun ini.
karena itu, para pembaca, tolong hati2 dalam mencermati tulisan kami yang bodoh dan rendah ini. kami hanya belajar agama dari bapak-bapak kami, dari guru-guru kami dan dari ulama-ulama kami. kami tidak mampu belajar agama seperti yang mereka lakukan, langsung dari Que'an dan Hadist dan langsung meng-interpretasikan sesuai hati dan pikiran mereka. Karena itu, para pembaca, harap hati-hati membaca tulisan kami, agar tidak goyah kemantapan hati kalian.

Anonim mengatakan...

hahahaha.....
wahabi bangsat. klo berani jangan di dunia maya.
kita adu argumen di dunia nyata.
DASAR PKI..........

Anonim mengatakan...

Rasulullah SAW adalah figur yang menjadi acuan hidup Qta,maka wajar jika seorang muslim memberi penghormatan kepada beliau dengan berbagai cara,salah satunya dengan membaca shalawat yang ada dalam kitab Dalail tsb

Anonim mengatakan...

aku orang kristen.
kok sesama org islam nggak rukun sih, agama apa ini.
AGAMA BEGO

Aki Adnani mengatakan...

Bagi orang yg berpemikiran jernih, menyajikan satu pandangan senantiasa dipergunakan dalil dan argumentasi. Begitulah Ak Quran menganjurkan WAJAADILHUM BILLATI HIYA AHSAN,maksudnya: berdebat/mujadalah-lah dg cara yg terbaik. Tidak ada luapan emosi sehingga muncul kata-kata kotor. Perbedaan atau keragaman pendapat sudah ada sejak manusia berperadaban. Ungkapan agama bego, PKI ataupun umpatan lainnya, hanya akan menggambarkan kekosongan ilmu dan kedengkian (=baghyan)semata.

wong mengatakan...

hai lagi ngerti islam kemarin. sore.. lagi pintar kemarin sore... gayamu bid'ah-bid'ah orang... dasar...
emangnya kamu hidup di indonesia sendirian?
ini negara bineka tunggal ika beda-beda agama,suku,budaya...
bisanya kamu bid'ah-bid'ah.. kalau

mahbud billah mengatakan...

emg ust.abu ubaidah seberapa hebat menjadi manusia, dan seberapa hebat cinta kepada Allah dan rasulnya, sampai menyorot kitab (Dalalailu khairat) yang telah banyak membuat orang sesat menjadi terbimbing untuk kembali kepada Allah dan rasulnya dan untuk mencatai Alquran dan sunnah nabi... dan perlu anda tahu bahwa orang sesat bukanlah orang yg tidak alim melainkan mereka yang telah berpaling dari sebuah kebaikan walaupun hanya sebiji dzarrah.termasuk orang yg menganggap mengerti tengtang bid'ah padahal dirinya sendiri sangat jahiliyah memahami bid'ah...hati-hatilah saat bicara sebab lisan itu biang kemurkaan tuhan...

Anonim mengatakan...

hahahaaa..klo mo kritis,,kritis lah dg mereka2 yg itikadnya memang mnyimpang dlm hal ini kelompok syiah,,yg nyata2 memang sesat dlm itikad...

bentengrasulullah mengatakan...

subhanallah.....ternyata belum kapok2 wahabi yg satu ini

Udin Cherbon mengatakan...

Menyoroti Kitab Dalailul Khairat, monggo...
tapi jangan lupa Soroti juga diri kita supaya tidak gelap.

Anonim mengatakan...

tanda-tanda orang tak berilmu memang suka berkomentar tanpa dalil, kata2 kotor, dan suka mencela, kalo memang nggak terima berilah alasan...& renungilah agama ini, sebernarnya siapa yang lebih mencintai Rosululloh, perlu diketahui bahwa yang benar2 mencintai Alloh dan Rosulnya adalah yang menjalankan Syariatnya sesuai dengan alqur'an hadits bukan atas dasar yang penting ini baik kok, nggak papa lah .....

wahab mengatakan...

kita saksikan siapa yang benar.pengamal shalawat atau orang yang menghinanya. alloh maha mengetahui

Anonim mengatakan...

Ini nama Guru Besar Syeh Muhammad Bin Muhammad Sakrun Syeh dalailul Khoirot di Medinah.
Beliau guru besar yang mengagungkan rasulullah.

orang yang tidak percaya dengan ketinggian derajatnya shalawat, maka dialah termasuk orang orang kafir yang mendustakan agama islam.

saya muhammad alqadrie tidak rela sedikitpun bila ada seseorang yang melecehkan shalawat.

buat apa kau mendirikan shalat, karena didalam shalat terdapat beberapa kalimat shalawat.

saya perjelas, jika engkau tidak mau memakai shalawat, saya minta kau ganti dua kalimatsyahadat, jangan pakai asyhaduallah ilaa ha illallah wa asyhadu'anna muhammadarrasulullah / laa ilaa ha illallahu muhammadarrasulullah.

coba kau ganti yang lain, dan jangan pernah kau beriman kepada rasulullah s.a.w. jika kau mengatakan isi dari keutamaan shalawat itu dusta menurutmu.

aku muhammad alqadrie mengatakan kau adalah orang yang bodoh dan bahlol yang tak ubahnya seperti binatang karena berani melecehkan shalawat yang diajarkan rasulullah s.a.w.

jika sesiapa yang tidak senang dengan tulisan ini boleh datang kerumah saya.

muhammad alqadrie pontianak tanjung raya 1.

jangan berani ngomong di internet saja. tunjukan wajahmu dan kehebatanmu, tantang saya. ahlu sunnah wal jama'ah.

Anonim mengatakan...

Ulasan nya tendensius, interpretasi sepihak dan jelas2 penulis ini dari kalangan Wahabi dan anti tarekat/sufisme

Anonim mengatakan...

Hai Abu Ubaidah dan pengikut2 Wahabi, kalian mengatakan kami Ahlus Sunnah Wal jamaah kurang adab dgn memaki-maki kalian tanpa memberi argumen. Kami berbuat demikian karena kelakuan kalian yang tanpa akhlak terhadap ulama-ulama yang terdahulu. Argumen apa pula yang dapat kami berikan kalian pada kalian, hai kaum pembangkang,kalian tiada beda dengan kaum Israel. Argumen apa pun dan mukjizat apapun yang ditunjukkan pada bani israel, tetap saja mereka berkilah dan membangkang. Akhlak ya Wahabi...akhlak ya Wahabi...akhlak

hamim tohari mengatakan...

Yang ngamalkan dalail boleh, yang dak ngamalkan tolooong jangan menghina dengan membeberkan argumen yang menyudutkan pengamal dalail. sakit hatiku. aku berani" Demi Allah dan Rosullah " jika penulis ini berani memasang foto disini. aku akan mengumpulkan murka para pengamal dalail khoirot menjadi sebuah batu panas dan paku. kemudian akan ku tusukkan kedalam dada orang yang membuat artikel ini.... itu janji ku camkan

Anonim mengatakan...

ane salahsatu dari jutaan orang yang mengamalkan kitab dalail khoiroot.. apa salah kita mengagungkan nabi kita Muhammad SAW ?

kitab dalail itu kumpulan shalawat atas nabi.
Allah ama malaikat2 juga bershalawat. masa kita ummatnya nggan bershalawat?
bodoh

Anonim mengatakan...

ini ustadz Abu ubaidah,ingin memecah belah umat Islam,terjebak dengan sifat takfir,tidak mau menerima perbedaan pendapat sesama muslim,berhenti aja Jadi ustadz,jadi provokator.

Anonim mengatakan...

ENGKANG SAMI SABAR PENGGALIH IPUN... GUSTI ALLOH MOHO PERSO... ENGKANG NGAMAL-AKEN MUGI PIKANTOK KESAENAN.. ENGKANG MBOTEN SEPAHAM MUGI UGI PIKANTOK KESAENAN.. SEHINGGO KERUKUNAN ISLAM SAGET RAHAYU KADOS JAMANIPUN KANJENG NABI AGUNG MUHAMMAD .. AMIN

Anonim mengatakan...

Ini adalah blog WAHABI!!!

salam dari pendokong ASWJ (Malaysia)

Zul Hafiyan mengatakan...

"Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." (Ali Imran: 103).

"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka." (Ali Imran: 105).

bisri mengatakan...

Yg bego orangnya salah dlm memahami krn keangkuhan dan hawa nafsunya bro...di kristen jg banyak..malah berdarah darah..ya nggak bro?

bisri mengatakan...

Ini ngacau jg kebenaran yg mana bro? Jgn jadi tukang pancing di air keruh bro..

Saifuddin bin Abd hafid bin Kali barru mengatakan...

orang yang hanya mendapat hidayah sejengkal akan mengombar ambirkan nafsunya dengan satu kebodhan dengan akal yang kurang waras...songguh anda belum mengalami mati sehinggah kamu bisa benar2 tahu kebenaran muktlat,,,,sebagaimana pengikut ahlul bait...ketahuilah akan muncul cucu rasulullah Imam Mahdi di akhir zaman menyempurnakan Syareat yang benar,,karna ketahuilah kebenaran sejati setelah wafatnya rasulullah telah banyak kehancuran dari kalangan umat muslim....anda harus balik pada ahlul baitnya dan pelajarinya ...karna yng kamu pegang yg kamu anggap itu benar 100% itu meragukan...berhubungan dhairul khairat itu salah satu kebencian pada kebenaran ahlul bait.dan ilmu kbenaran yang sebenar2nya..wassalam..

Anonim mengatakan...

ckckckck...
dari komentar - komentar yang ada kliatan kelas masing2 dan aqidah masing.

indomer utama mengatakan...

kalau kepada nabi tidak boleh meminta bantuan. kena kamu tiap hari minta bantuan pada orang lain kenapa tidak pada Allah langsung. nabi tidaklah seperti matinya orang lain beliu masih bisa berjumpa dengan seseorang yang masih hidup

Ilham mengatakan...

KOMENTAR2 disini penuh KEKECEWAAN, padahal saya berharap ADA BANTAHAN untuk menambah perbandingan, ternyata tidak ada.

YG MASIH MENGGANJAL HATI (di Dalail):
- Bagaimana bisa ADA 1 (satu) HADITS QUDSI = YG TIDAK DITEMUKAN DIPERAWI & KITAB HADITS POPULER MANAPUN selain di Dalail ini? (hal. 111)

Karena TIDAK ADA DALIL/ILMU/RUJUKAN VALID, maka saya TIDAK BERANI MEMBACA SHOLAWAT VERSI DALAIL berdasarkan Firman Allah:

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

"Dan JANGANLAH kamu mengikuti apa yang kamu TIDAK MEMPUNYAI pengetahuan tentangnya." (17. Al Israa' : 36)

v
v

Saya berlepas diri dari PERTENGKARAN/PERTIKAIAN kalian. Salam Salam Salam. :)

Anonim mengatakan...

albani itu kan orang wahabi....wahabi asalnya dr pemahaman yahudi....ini blog beraninya pake topeng....buka dulu topengmu....pasti ga bakalan brani....ke laut aj.....Allahumma sholli alaa sayyidina muhammad wa alihi wa shohbihi wasallim....

Anonim mengatakan...

Ya sdhlah.. kawan2 mari bersatu tdk usah mencaci maki.. qta serahkan WAHABI ini pd Allah SWT semata... :)

fathullah mengatakan...

Abu Hudzaifah, sepertinya anda tidak terlalu tepat mengutip hal-hal yang anda anggap telah dituliskan di dalam dalail, coba cek lagi. Atau ini merupakan kesalahan guru anda, Abu Ubaidah, yang tidak cermat dalam pengutipan, terutama redaksi Arab untuk dalail, saya sendiri sebagai pengamal tidak menemukan apa yang dituduhkan. coba cek lagi, dan telaah secara lebih bijak, mudahan menemukan keteduhan di dalamnya, sesuai dengan Islam yang memberikan keteduhan dan kedamaian.

Anonim mengatakan...

Km nyatakan "Diantara khurafat popular Sufi adalah aqidah mereka bahwa Nabi diciptakan dari cahaya. "
Terus, Nabi Muhammad dijadikan dari tanah kah? Itu juga dusta. Hanya nabi Adam dijadikan dari tanah.
*intinya terlalu banyak fakta yang diputar belit. Misinya untuk mengelirukan kita yang cetek ilmunya.

Poskan Komentar

Silahkan Kasih Komentarnya:

Ikuti kajian rutin MANHAJUS SALIKIN setiap Jum'at bersama al-Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa Download pengajian Jum'at ini dengan judul "Sholat Jum'at (1)"