AMALAN SUNNAH DI BULAN MUHARROM

Selasa, 15 Desember 2009
Oleh: Abu Abdillah Syahrul Fatwa as-Salim

Mendapati bulan Muharrom merupakan kenikmatan tersendiri bagi seorang mukmin. Karena bulan ini sarat dengan pahala dan ladang beramal bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan hari esoknya. Memulai awal tahun dengan ketaatan, agar pasti dalam melangkah dan menatap masa depan dengan optimis.Abu Utsman an-Nahdi (lihat biografinya dalam Tahdzibut Tahdzib 6/249 oleh Ibnu Hajar) megatakan: “Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Romadhon, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharrom”. (Lathoiful Ma`arif. hal. 80). Berikut ini amalan-amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan ini:

1. puasa
Rosululloh bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Puasa yang paling afdhol setelah puasa Romadhon adalah puasa pada Syahrulloh al-Muharrom. [HR. Muslim: 1982]

Hadits ini sangat jelas sekali bahwa puasa sunnah yang paling afdhol setelah Romadhon adalah puasa pada bulan Muharrom. Maksud puasa disini adalah puasa secara mutlak. Memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini, utamanya ketika hari `Asyuro sebagaimana akan datang penjelasannya sebentar lagi. Akan tetapi perlu diingat tidak boleh berpuasa pada seluruh hari bulan Muharrom, karena Rosululloh tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada Romadhon (HR. Bukhori: 1971, Muslim: 1157)saja (syarah Shohih Muslim, an-Nawawi 8/303).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Ini adalah puasa yang paling afdhol bagi orang yang hanya berpuasa pada bulan ini saja, sedangkan bagi yang terbiasa berpuasa terus pada bulan lainnya yang afdhol adalah puasa dawud”. [Kitab as-Shiyam Min Syarhil `Umdah, Ibnu Taimiyyah 2/548]

2. Memperbanyak amalan sholih
Sebagaimana perbuatan dosa pada bulan ini akan dibalas dengan dosa yang besar maka begitu pula perbuatan baik. Bagi yang beramal sholih pada bulan ini ia akan menuai pahala yang besar sebagai kasih saying dan kemurahan Alloh kepada para hambanya. [ketahuilah, bahwa seluruh hadits-hadits yang menerangkan keutamaan beramal amalan tertentu selain puasa pada bulan Muharrom adalah hadits yang dusta dan dibuat-buat belaka!!. (al-Mauizhoh al-Hasanah Bima Yuhthobu Fi Syuhur as-Sanah, Sidiq Hasan Khon hal. 180, Bida` Wa Akhtho Hal. 226)]
Ini adalah keutamaan yang besar, kebaikan yang banyak, tidak bisa dikiaskan. Sesungguhnya Alloh adalah pemberi nikmat, pemberi keutamaan sesuai kehendakNya dan kepada siapa saja yang dikehendaki. Tidak ada yang dapat menentang hukumNya dan tidak ada yang dapat menolak keutamaanNya. [at-Tamhid, Ibnu Abdil Barr 19/26, Fathul Bari, Ibnu Hajar 6/5]

3. Taubat
Taubat adalah kembali kepada Alloh dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi. Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Taubat adalah tugas seumur hidup. [lihat hukum-hukum seputar taubat dalam risalah Hady ar-Ruuh Ila Ahkam at-Taubah an-Nasuh, Salim bin Ied al-Hilali]
Maka kewajiban bagi seorang muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya, karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemput. Dan juga perbuatan jelek biasanya akan mendorong untuk mengerjakan perbuatan jelek yang lain. Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan, maka dosanya akan besar pula, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya. Maka bersegeralah bertaubat kepada Alloh. [lihat Majmu` Fatawa 34/180 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah]

Baca Lanjutannya: SEJARAH PUASA ASYURO

1 komentar:

Morodemak Community mengatakan...

Salam kenal bung....

Poskan Komentar

Silahkan Kasih Komentarnya:

Ikuti kajian rutin MANHAJUS SALIKIN setiap Jum'at bersama al-Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa Download pengajian Jum'at ini dengan judul "Sholat Jum'at (1)"